Faidah ke-66 Ilmu Imla'

 Faidah ke-66 Ilmu Imla' ;


1.     Cara Menulis Hamzah Mutawasithoh


Hamzah mutawasithoh ditulis dalam bentuk kepala ‘ain (ء) diletakkan pada :


a.     Ya/nabiroh, seperti      : يَجِيْئَانِ ،  ائْتِ ،  رِئَاتٌ ،  سُئِلَ


b.     Wawu, seperti              : هَوَاؤُهَا ،  اؤْتُمِنَ ،  مُؤَنٌ ،  رَؤُسَ


c.     Alif, seperti                    : رَأْسٌ ،  يَأْكُلُ ،  يَسْأَلُ ،  سَأَلَ


d.     Sathr/terpisah seperti: تَبَوُّءُكَ ،  هُدُوْءُهُ ،  تَوْءَمُ ،  رُءُوْسٌ


2.     Kaidah Penulisan Hamzah Mutawasithoh


Harakat dan sukun memiliki tingkatan kekuatan yang berbeda-beda yang harakat ini apabila ada pada hamzah mutawasithoh atau ada pada huruf sebelumnya maka berpengaruh pada bentuk penulisan hamzah mutawasithoh tersebut.


Tingkatan harakat yaitu :


a.     Tingkatan pertama (yang paling kuat) adalah kasroh dan huruf yang mencocoki berupa ya’ (ي)


b.     Tingkatan kedua adalah dhommah dan huruf yang mencocoki berupa wawu (و)


c.     Tingkatan ketiga adalah fathah dan huruf yang mencocoki adalah alif ( أ )


d.     Tingkatan yang keempat (paling lemah) adalah sukun dan semua huruf bisa mencocokinya.


Catatan :


­           Ya’ bersukun sebelum hamzah menempati tingkatan kasroh/ dihukumi kasroh (tingkatan kuat yang pertama)


­           Wawu bersukun sebelum hamzah dihukumi dhommah


­           Wawu dhommah yang bertasydid sebelum hamzah dihukumi sukun.


Dalam menulis hamzah mutawasith ada dua kaidah umum yang harus diperhatikan, yaitu :


a.     Memperhatikan harakat hamzah mutawasith dan memperhatikan harakat huruf sebelum hamzah tersebut.


b. Menulis hamzah mutawasith pada huruf yang sesuai dengan harakat terkuat dari harakat yang ada pada hamzah atau harakat huruf sebelumnya. 


Diambil dari kitab Qowaidul Imla' ; Kaidah- kaidah penulisan baku bahasa arab;mudah, ringkas,dan lengkap.

Ust. Abu Muhammad Fadhl حفظه الله


Http://Telegram.me/Ilmushorf

https://t.me/ilmushorf/169


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url