1.      Jamak Muannats Salim Mulhaq [1]

1.      Jamak Muannats Salim Mulhaq [1]


Yaitu isim jamak muannats salim yang tidak memenuhi syarat di atas namun i’robnya disamakan dengan jamak muannats salim, yaitu ketika rofa’ tandanya dhommah dan ketika nashob dan jar tandanya kasroh.


Isim-isim tersebut antara lain :


أُولَات --> أُولَاتُ حَمْلٍ  para wanita yang hamil 


عَرَفَةُ ‘Arofah/tempat wuquf --> عَرَفَاتٌ


أَذْرِعَى nama daerah di negeri Syam--> أَذْرَعَاتٌ


2.      Cara Membuat Jamak Muannats Salim : [2]


Jamak muannats salim dibuat dari isim mufrod yang memenuhi syarat dengan menambahkan alif dan ta’ pada akhir isim.


Contoh :     هِنْدٌ --> هِنْدَاتٌ ، زَيْنَبُ --> زَيْنَبَاتٌ ، فَـتَـاةٌ --> فَـتَـياتٌ


Apabila isim mufrodnya berakhiran ta’ marbuthoh maka ta’nya dihilangkan terlebih dahulu, seperti :


مُسْلِمَةٌ --> مُسْلِمٌ --> مسلم + ات = مُسْلِمَاتٌ


فَاطِمَةٌ --> فَاطِم --> فَاطِم + ات = فَاطِمَاتٌ


dihilangkan juga   ta’ zaidah/tambahan seperti فَاطِمَةُ ، خَدِيْجَةُ atau ta’ ‘iwadh (pengganti dari huruf yang dihilangkan) seperti أُخْتٌ ،بِنْتٌ، عِدَةٌ, maka menjadi :


فاطماتٌ، خديجاتٌ، أَخَوَاتٌ، بَنَاتٌ ، عِدَاتٌ


Jika isim yg ingin dibuat jamak muannat salim berupa isim manqush, maqshur, dan mamdud yang isim-isim tersebut menjadi nama bagi 



[1]   Syarah Alfiyah Ibnu ‘Aqil dan Hasyiyah al-Hudhori : 1/ 82 -83  ;   Jami’ ad-Durus  :  2/24-25


[2]   Syadzal ‘Urf  : 151 


--------------


wanita maka cara membuatnya sama dengan cara membuat isim mutsanna (tatsniyah) yaitu :


a.       Jika merupakan isim manqush maka ya’nya dihidupkan.


الداعي --> الداعياتٌ ،  -  دَاعٍ --> داعياتٌ


b.      Apabila berupa isim maqshur maka diperhatikan alifnya.


1)     Jika alifnya huruf ketiga maka alif tersebut dikembalikan pada asalnya.


  عَصَا --> عَصَوَاتٌ   ،    -  هُدَى --> هُدَيَاتٌ   


2)       Jika alifnya huruf keempat atau lebih maka diganti ya’


كُبْرَى --> كُبْرَيَاتٌ   ،    -  صُغْرَى --> صُغْرَيَاتٌ


c.       Apabila berupa isim mamdud maka dilihat hamzahnya.


1)     Jika hamzah asli maka tetap.


قُرَّاءٌ ----> قُرَّاءَاتٌ


2)     Jika hamzah gantian wawu atau ya’ maka tetap (yang rojih) atau diganti wawu (marjuh), seperti:


 (كِساءٌ ----> كِساوٌ   حَياءٌ ---> حَيايٌ)


كِساءٌ ----> كِساءاتٌ   atau كِساواتٌ  


حَياءٌ ----> حَياءاتٌ   atau   حَياواتٌ


d.      Jika hamzah ilhaq maka diganti wawu (rojih) atau tetap (marjuh)


قُوباء ---> قُوباواتٌ    atau    قُوباءاتٌ


عِلْباء ----> عِلْباواتٌ   atau    عِلْباءاتٌ


1.      Cara membaca ‘Ain kalimah / kata pada Jamak Muannats Salim [1]


Cara membaca ‘ain kalimah / kata pada Jamak Muannats Salim terbagi menjadi dua yaitu :


a.       Cara membaca ‘ain kalimah/huruf kedua pada jamak muannats salim yang berasal dari :



[1]   Syarah Alfiyah Ibnu ‘Aqil dan Hasyiyah al-Hudhori : 2/ 814-816 ;  Syadzal ‘Urf  : 151-152 ;  Jami’ ad-Durus : 2/26-27


---------‐----


isim tsulatsi yang bukan shifat


-  ‘ain kalimah huruf shohih (bukan alif, ya’, wawu) yang sukun


-  tidak terjadi idghom


Yaitu jika fa’ kalimah (huruf pertama) fathah maka huruf ‘ain kalimah wajib dibaca fathah 


- دَعْدٌ ---> دَعَدَاتٌ  nama wanita/Da’dun 


- جَفْنَةٌ ---> جَفَنَاتٌ  mangkuk besar


Jika fa’ kalimah dhommah atau kasroh maka ‘ain kalimah pada jamak muannats salim boleh dibaca dengan 3 wajah, yaitu :


1)     Harokat itba’/mengikuti harokat sebelumnya


- بُسْرَةٌ---> بُسُرَاتٌ  kurma muda 


- جُمْلٌ ---> جُمُلَاتٌ  nama wanita/Jumul


- هِنْدٌ---> هِنِدَاتٌ  nama wanita/Hindun 


- كِسْرَةٌ---> كِسِرَاتٌ  pecahan/remukan 


2)     Harokat fathah 


- بُسْرَةٌ---> بُسَرَاتٌ  kurma muda 


- جُمْلٌ ---> جُمَلَاتٌ  nama wanita/Jumul


- هِنْدٌ---> هِنَدَاتٌ  nama wanita/Hindun 


- كِسْرَةٌ---> كِسَرَاتٌ  pecahan/remukan 


3)     tetap pada keadaan sebelumnya / sukun


- بُسْرَةٌ---> بُسْرَاتٌ  kurma muda 


- جُمْلٌ ---> جُمْلَاتٌ  nama wanita/Jumul


- هِنْدٌ---> هِنْدَاتٌ  nama wanita/Hindun 


- كِسْرَةٌ---> كِسْرَاتٌ  pecahan/remukan 


a.       Cara membaca ‘ain kalimah/huruf kedua pada jamak muannats salim yang berasal dari :


1)     isim yang lebih dari tiga huruf, seperti :زَيْنَبُ ، سُعَادُ 


2)     isim shifat, seperti : ضَخْمَةٌ ، عَلْبَةٌ


 3)     ‘ain kalimah bukan huruf shohih, seperti : جَوْزَةٌ ، بَيْضَةٌ ، 


4)     ‘ain kalimah berharokat, seperti : شَجَرَةٌ ، عِنَبَةٌ 


5)     tsulatsi terjadi idghom , seperti : حِجَّةٌ ، مَرَّةٌ 


Semua isim di atas ketika dibuat jamak muannats salim tidak terjadi perubahan harokat (pada ‘ain kalimahnya), maka menjadi :


زَيْنَباتٌ، سُعَاداتٌ، ضَخْمَاتٌ، عَلْبَاتٌ، جَوْزَاتٌ، بَيْضَاتٌ، شَجَرَاتٌ، عِنَبَاتٌ، حِجَّاتٌ، مَرَّاتٌ



Dikutip dari kitab al Mumti' ilmu shorof mudah,ringkas,dan lengkap ,hal. 53 - 55 


Http://Telegram.me/Ilmushorf

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url